Bapeltan Jambi Bekali Penyuluh Jambi dan Sumatera Utara melalui TOT PM-AAS Budidaya Padi
Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk Budidaya Padi bagi penyuluh pertanian dari Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan TOT PM-AAS yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 29–31 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian dalam mendukung penerapan budidaya padi modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Peserta yang mengikuti pelatihan di Bapeltan Jambi terdiri atas Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Penyuluhan Pertanian Provinsi Jambi dan Sumatera Utara, seluruh Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Pertanian kabupaten/kota, Koordinator Penyuluh, serta Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh Pertanian dari kedua provinsi tersebut.
Pelatihan dibuka secara daring pada Rabu, 29 Juli 2026 oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian dalam mendukung implementasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) guna mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembelajaran secara daring dengan beban 24 Jam Pelajaran (JP) melalui kombinasi penyampaian materi dan penugasan mandiri pada Learning Management System (LMS). Materi yang diberikan meliputi Kebijakan Pengembangan Pertanian Modern Model AAS, Teknologi Budidaya Pertanian Modern, Pemeliharaan Tanaman Berkelanjutan, Penerapan Pertanian Presisi melalui Digital Farming, Praktik Terpadu Pertanian Modern yang mencakup teknologi panen dan pascapanen, serta penyusunan rencana implementasi di wilayah kerja masing-masing.
Pelatihan secara resmi ditutup pada Jumat, 31 Juli 2026, oleh Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Saptorini. Dalam sambutannya, beliau berharap seluruh peserta mampu menjadi penggerak penyebarluasan inovasi pertanian modern di daerah masing-masing.
“Ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ini hendaknya tidak berhenti pada diri peserta saja, tetapi dapat ditransfer kepada rekan-rekan penyuluh lainnya melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada petani. Dengan semakin banyak penyuluh yang memahami dan menerapkan teknologi budidaya padi modern, kita optimis produktivitas pertanian akan meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Saptorini.
Melalui penyelenggaraan TOT PM-AAS ini, Bapeltan Jambi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian sebagai agen perubahan di lapangan, sehingga penerapan teknologi pertanian modern dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta keberhasilan program swasembada pangan nasional.