Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, 30 Anggota Brigade Pangan Tanjab Timur Digembleng Pelatihan Teknis
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan VI yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juni 2026 di Kecamatan Berbak.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui program pengembangan brigade pangan ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia pertanian yang lebih kompeten dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, M. Darohim. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Sri Marlinawati serta Koordinator Penyuluh (Korluh) Kecamatan Berbak, Wahid.
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari tiga kelompok brigade pangan yang aktif mendukung pembangunan pertanian di wilayah Kecamatan Berbak, yakni Brigade Pangan Maju Bersama, Brigade Pangan Berbak Rahayu, dan Brigade Pangan Berbak Lestari.
Tingkatkan Kompetensi Brigade Pangan
Kepala Bidang Tanaman Pangan M. Darohim mengatakan bahwa brigade pangan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program pembangunan pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks.
Menurutnya, peningkatan kapasitas anggota brigade pangan menjadi langkah penting agar mereka mampu mendampingi petani sekaligus mengakselerasi penerapan teknologi pertanian di lapangan.
“Brigade pangan merupakan garda terdepan dalam mendukung program ketahanan pangan. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka harus terus dilakukan agar mampu menjawab kebutuhan petani serta perkembangan sektor pertanian yang semakin dinamis,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi teknis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan usaha tani. Materi yang diberikan meliputi teknik budidaya tanaman pangan, pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara efektif dan efisien.
Selain penguatan aspek teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai peran dan fungsi brigade pangan sebagai ujung tombak pendampingan petani di lapangan.
Dorong Adopsi Teknologi Pertanian
Pelatihan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran brigade pangan sebagai agen perubahan dalam mendorong penerapan inovasi dan teknologi pertanian modern di tingkat petani.
Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai teknologi budidaya dan mekanisasi pertanian, para peserta diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pertanian yang tersedia.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian, Sri Marlinawati, menegaskan bahwa keberadaan brigade pangan sangat penting dalam mendukung percepatan transfer teknologi kepada petani.
Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, anggota brigade pangan diharapkan dapat menjadi mitra strategis penyuluh pertanian dalam menyampaikan inovasi kepada masyarakat tani.
Dukung Pertanian Maju dan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah masing-masing.
Penguatan kapasitas brigade pangan juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan berakhirnya Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan VI ini, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di tingkat lapangan serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan terwujudnya kemandirian pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.