Bapeltan Jambi Ikuti Pembahasan Usulan Anggaran Kerjasama Pelatihan SDM Perkebunan Tahun 2026
Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi mengikuti kegiatan Pembahasan Usulan Rancangan Anggaran Belanja Kegiatan Penyelenggaraan Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bertempat di Hotel Mövenpick, Jakarta Pusat, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Komite Pengembangan SDM Perkebunan, panitia kegiatan dari BPDP, serta lembaga penyelenggara pengembangan SDM Perkebunan yang telah lolos seleksi substantif, di antaranya Bapeltan Jambi, PPMKP Ciawi, BBPP Binuang, LPP Agro Nusa, AKPY, dan lembaga penyelenggara swasta lainnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Muhammad Alfansyah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya sinergi antar lembaga penyelenggara dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia perkebunan yang kompeten dan berdaya saing.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan usulan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari masing-masing lembaga penyelenggara pelatihan, termasuk Bapeltan Jambi.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bapeltan Jambi, Saptorini, S. TP.,M. Si. menyampaikan komitmen Bapeltan Jambi dalam melaksanakan amanah kegiatan pengembangan SDM Perkebunan melalui penyelenggaraan pelatihan yang berkualitas.
Selain itu, beliau juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat optimal bagi peserta pelatihan.
Dalam pelaksanaan program tahun 2026, Bapeltan Jambi mendapatkan lokasi kegiatan di tiga provinsi, yaitu Jambi, Bengkulu, dan Papua Barat, dengan total peserta sebanyak 517 orang.
Pada proses pembahasan RAB, Bapeltan Jambi mengajukan rancangan kegiatan berdasarkan Standar Biaya Masukan (SBM) yang telah disahkan oleh Kementerian Keuangan.
Usulan tersebut kemudian dilakukan pengecekan dan penelaahan oleh tim Komite Pengembangan SDM Perkebunan untuk memastikan kelayakan dan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pembahasan tersebut, terdapat beberapa hal yang memerlukan pendalaman lebih lanjut, khususnya terkait komponen biaya pelaksanaan kegiatan di Provinsi Papua Barat, mengingat masih adanya keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kegiatan di wilayah tersebut.
Di akhir kegiatan, tim komite berpesan kepada seluruh lembaga penyelenggara agar melaksanakan kegiatan pelatihan dengan sebaik-baiknya serta tetap mengacu pada standar dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, Bapeltan Jambi kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pelatihan pertanian yang aktif mendukung pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang profesional, kompeten, dan berdaya saing.
Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, Bapeltan Jambi siap menjadi mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan pembangunan sektor perkebunan sawit Indonesia melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai wilayah.