Bapeltan Jambi Perkuat Kompetensi Brigade Pangan: Membangun SDM Tangguh untuk Ketahanan Pangan Nasional
Tebo– Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan profesionalisme tenaga lapangan di sektor pertanian, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, 8–10 Oktober 2025.
Kegiatan strategis ini merupakan implementasi dari program nasional Kementerian Pertanian yang berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian agar lebih kompeten, adaptif, dan berdaya saing menghadapi tantangan zaman.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari penuh ini diikuti oleh lebih dari 150 peserta, terdiri atas petani milenial, penggerak Brigade Pangan, serta anggota kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tebo. Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dan menjadi bagian dari gerakan nasional peningkatan SDM pertanian di daerah.
Menyiapkan SDM Pertanian yang Kompeten dan Adaptif
Kepala Bapeltan Jambi, Sugeng Mulyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan tenaga kompeten Brigade Pangan yang berperan langsung di garis depan dalam mendukung produktivitas pangan nasional.
“Brigade Pangan bukan sekadar kegiatan tanam serempak atau gotong royong petani. Ini adalah gerakan nasional yang bertumpu pada SDM pertanian yang profesional, inovatif, dan tangguh menghadapi tantangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan pentingnya memperkuat SDM pertanian sebagai pilar utama mewujudkan swasembada pangan nasional.
Dengan demikian, peserta pelatihan diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial untuk menjadi penggerak perubahan di tingkat lapangan.
Rangkaian Materi: Teknologi, Efisiensi, dan Inovasi Pertanian
Sepanjang pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi dari narasumber berpengalaman, termasuk alumni Training of Trainers (TOT) dan praktisi pertanian daerah. Materi yang diberikan dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis peserta, meliputi:
- Pengolahan lahan menggunakan traktor roda dua dan empat, agar petani mampu mengoperasikan alsintan dengan efisien dan aman.
- Pengenalan, pengoperasian, serta perawatan dan pemeliharaan mesin tanam (transplanter) guna mempercepat proses tanam dan menjaga kualitas hasil.
- Pengenalan dan pemeliharaan mesin panen modern (combine harvester) untuk meningkatkan efisiensi panen.
- Pencatatan usaha tani dan manajemen keuangan pertanian, sebagai dasar dalam membangun sistem usaha tani berkelanjutan dan berorientasi bisnis.
Materi ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan antara keterampilan teknis dan kemampuan manajerial petani, sehingga Brigade Pangan memiliki tenaga kerja yang benar-benar kompeten, produktif, dan berdaya guna.
Praktik Lapangan: Menerapkan Ilmu di Lahan Percontohan
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori di kelas, tetapi juga disertai dengan kegiatan praktik lapangan (field practice) yang dilaksanakan di lahan percontohan milik Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Tebo.
Praktik ini dirancang untuk mengasah keterampilan peserta agar siap diterapkan di wilayah kerja masing-masing.
Salah satu peserta, Eko, anggota Brigade Pangan Kecamatan Sumay, mengungkapkan rasa antusias dan manfaat besar yang diperoleh dari kegiatan ini.
“Kami mendapat banyak ilmu baru, terutama terkait penggunaan teknologi pertanian modern yang selama ini belum kami kuasai. Ini akan sangat membantu kami ketika mendampingi petani di lapangan,” ujarnya.
Sinergi dan Kolaborasi untuk Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator BPP Kecamatan Sumay, Atma Hendra, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian dan Bapeltan Jambi yang terus berkomitmen mengembangkan SDM pertanian di daerah. Kabupaten Tebo siap menjadi contoh daerah dengan Brigade Pangan yang solid dan berdaya saing,” tuturnya.
Atma Hendra juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dalam pengembangan lahan pangan berkelanjutan, peningkatan produktivitas, serta penumbuhan petani milenial yang menjadi motor penggerak di tingkat kecamatan.
Dukungan Kebijakan Nasional dan Arah ke Depan
Program peningkatan tenaga kompeten Brigade Pangan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis BPPSDMP Kementerian Pertanian, yang menargetkan lahirnya SDM pertanian unggul, mandiri, dan berdaya saing global.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan peserta mampu menjadi motor penggerak inovasi pertanian di daerah, baik dalam penerapan teknologi tepat guna, efisiensi produksi, maupun dalam membangun jejaring kerja yang solid antarpetani dan penyuluh.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, dalam arahannya menegaskan pentingnya tindak lanjut dari kegiatan pelatihan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami berharap hasil pelatihan ini tidak berhenti di ruang kelas. Para peserta harus menularkan pengetahuan ini kepada petani lainnya, sehingga dampaknya nyata bagi ketahanan pangan di daerah,” pesannya.
Mewujudkan Brigade Pangan yang Profesional dan Mandiri
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Bapeltan Jambi menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung program nasional dalam mencetak tenaga pertanian kompeten yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta tantangan global.
Langkah ini menjadi pondasi kuat dalam membangun Brigade Pangan yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh posisi Kabupaten Tebo sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengembangan SDM pertanian di Provinsi Jambi.