Kepala Badan PPSDMP Hadiri Pelepasan Ekspor Pinang di Talang Duku, Tegaskan Penguatan SDM dan Peran Penyuluh Pertanian
Jambi— Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menghadiri kegiatan pelepasan ekspor komoditas pinang dengan tagline “Ekspor Kapan Saja, Dimana Saja dan Apa Saja” di Pelabuhan Talang Duku, Jambi.
Acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan ekspor pertanian, pemberdayaan petani millennial, serta penegasan komitmen Kementerian Pertanian dalam meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Sekda Provinsi Jambi mewakili Gubernur, Wakil Bupati Muaro Jambi, Wakil Bupati Batanghari, Tenaga Ahli Menteri Bidang Pembinaan Petani Muda, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, unsur kepolisian dan TNI, Bea Cukai, Balai Karantina Pertanian dan Ikan, BRMP Jambi, KSOP Talang Duku, Pelindo Regional 2 Jambi, IPC TPK Areal Jambi, serta Kepala Bapeltan Jambi, jajaran dinas pertanian provinsi dan kabupaten, petani millennial, penyuluh, kelompok tani, P4S, dan mahasiswa.
Dalam laporan panitia, Dr. Muhamad Amin, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa peluang ekspor komoditas pertanian kian menjanjikan dan semakin banyak digerakkan oleh generasi muda yang mampu menembus perdagangan lintas negara.
Pada kegiatan ini, PT Export Tani Nusantara melepas ekspor 36 ton pinang senilai 1,3 miliar rupiah ke Bangladesh. CEO PT Export Tani Nusantara, Al Fiqie, menyampaikan bahwa perusahaannya hadir untuk mengatasi berbagai hambatan ekspor yang sering membuat petani ragu.
Menurutnya, program perusahaan telah meningkatkan pendapatan petani hingga lebih dari 15%, dan fokus mereka bukan hanya profit, tetapi juga pemberdayaan petani agar aman dan percaya diri dalam melakukan ekspor.
Sekda Provinsi Jambi, Hj. Sudirman, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas dukungan terhadap peningkatan nilai ekspor Jambi.
Ia menegaskan bahwa pinang merupakan salah satu komoditas unggulan Jambi yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekspor daerah, dan momentum ini menjadi energi baru untuk memperluas jaringan perdagangan serta memperkuat perekonomian daerah.
Kepala Badan PPSDMP, Dr. Idha Widi Arsanti, mengawali sambutannya dengan yel-yel khas BPPSDMP: “Penyuluh Eksponensial, Pertanian Modern, Brigade Pangan, Petani Sejahtera!”.
Beliau menyampaikan bahwa ekspor komoditas pinang Jambi merupakan capaian yang luar biasa dan menunjukkan potensi besar yang dimiliki para petani dan petani millennial.
Tagline acara, yang merupakan inisiatif Wakil Menteri Pertanian, disebutnya sebagai spirit untuk mendorong petani muda agar semakin adaptif, produktif, dan berorientasi pasar global.
Ia menegaskan bahwa nilai ekspor dari petani milenial sangat signifikan, bahkan mencapai sekitar 10 miliar rupiah dalam beberapa bulan, menjadi bukti bahwa SDM pertanian mampu berkompetisi di pasar internasional.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan ekspor tidak hanya membutuhkan komitmen, tetapi juga kontinuitas pasokan, kualitas yang sesuai standar internasional, serta penguatan kelembagaan petani.
Ekspor, ujarnya, bukan hanya untuk kepentingan segelintir pihak, tetapi untuk memberdayakan petani agar memperoleh nilai tambah dari komoditas unggulan mereka.
Dr. Idha juga menekankan program prioritas Kementerian Pertanian, termasuk Swasembada Pangan, Cetak Sawah Rakyat, Optimalisasi Lahan (Oplah), dan penguatan Brigade Pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Beliau menyoroti tantangan regenerasi petani, di mana 40% petani Indonesia berusia di atas 50 tahun dan banyak yang memiliki tingkat pendidikan terbatas.
Karena itu, hadirnya brigade pangan yang digerakkan oleh generasi muda menjadi sangat penting. Dr. Idha mencontohkan keberhasilan Brigade Pangan Jawara yang mampu meningkatkan produktivitas hingga dapat membeli excavator sendiri dan memberikan penghasilan bulanan bagi anggotanya.
Menurutnya, model seperti ini berpotensi besar memakmurkan daerah termasuk Provinsi Jambi, karena akan mendapat prioritas program Kementerian Pertanian, khususnya program swasembada pangan.
Dalam kesempatan ini, Kepala Badan PPSDMP juga menyambut para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan resmi bergabung ke Kementerian Pertanian pada 1 Januari 2026.
Beliau menyampaikan bahwa penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian di daerah dan menekankan pentingnya sinergi antara penyuluh dan pemerintah daerah.
Ia menitipkan pesan kepada Sekda dan wakil bupati agar kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dapat menjadi pusat aktivitas penyuluh dan ruang kerja strategis untuk mendampingi petani.
Kegiatan pelepasan ekspor ini ditutup dengan seremoni simbolik pecah kendi dan penyerahan dokumen ekspor, sebagai tanda diberangkatkannya komoditas pinang menuju pasar internasional.
Kepala Badan PPSDMP mengapresiasi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, yang telah mendukung keberlanjutan kegiatan ekspor komoditas pertanian.
Beliau menegaskan bahwa pelaksanaan ekspor harus terus ditingkatkan melalui peningkatan mutu komoditas, pemenuhan standar ekspor seperti kadar air, kebersihan, keamanan pangan, dan traceability, sehingga semakin banyak produk pertanian Indonesia yang diterima pasar global.
Acara ini dihadiri oleh penyuluh pertanian, petani millennial, serta para petani mitra komoditas pinang, yang bersama-sama menjadi bagian penting dalam mendorong Provinsi Jambi dan Indonesia semakin kuat sebagai negara agraris dan eksportir komoditas unggulan.