BOC Volume 350: Olah Kopi Umum Jadi Premium, Cerita Liberika Jambi di P4S Liberika Indonesia

Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui kegiatan Bertani On Cloud (BOC) Volume 350 dengan tema “Olah Kopi Umum Jadi Premium: Cerita Liberika Jambi”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara during di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Liberika Indonesia, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, 30 April 2026.

Program ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang menempatkan kopi sebagai komoditas strategis berbasis ekspor dan nilai tambah.

Melalui sinergi antara kebijakan nasional dan implementasi di daerah, pemerintah optimistis kopi Indonesia—termasuk Liberika Jambi—dapat menjadi motor penggerak ekonomi pertanian berbasis ekspor dan nilai tambah.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi, khususnya dalam mengolah kopi Liberika menjadi produk premium yang bernilai tambah tinggi. Tidak hanya berbasis teori, peserta mendapatkan ilmu  langsung dari  narasumber kompeten di bidangnya.

Pelaksanaan tugas (Plt). Kepala Bapeltan Jambi, Saptorini ,  S.TP,. M.Si dalam sambutannya menegaskan pentingnya hilirisasi produk kopi lokal.

“Melalui BOC Volume 350 ini, kami mendorong petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan kopi premium dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Sebagai mitra Bapeltan Jambi, P4S Liberika Indonesia diharapkan menjadi inspirasi dan tempat berlatih bagi petani kopi dan pengusaha. “Pertanian itu harus akrab dengan teknologi supaya hasilnya bisa menarik petani muda,” tambahnya.

Narasumber utama, Moh. Firdaus, praktisi kopi sekaligus pengelola P4S Liberika Indonesia, asal Tanjung Jabung Barat, membagikan pengalaman lapangannya dalam mengembangkan kopi Liberika.

“Dulu kopi Liberika sering dianggap kopi kelas dua. Padahal dengan pengolahan yang tepat—mulai dari petik merah, fermentasi, hingga roasting—nilainya bisa naik berkali-kali lipat,” jelas Firdaus.

Ia juga menekankan bahwa keunikan cita rasa Liberika Jambi menjadi kekuatan tersendiri.

“Aroma smoky dan fruity Liberika ini tidak dimiliki kopi lain. Ini yang harus kita jaga kualitasnya agar bisa masuk pasar premium,” tambahnya.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini juga memperkuat ekosistem kopi melalui kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pelaku usaha. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pertanian nasional yang menekankan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekosistem kopi Liberika Jambi secara berkelanjutan.

Bapeltan Jambi sebagai lembaga pelatihan pertanian terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi SDM pertanian sekaligus mendorong kopi Liberika Jambi. Kopi Liberika dapat dijadikan komoditas unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dukungan kebijakan hilirisasi dari Kementerian Pertanian, kopi Liberika Jambi dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

Transformasi dari kopi biasa menjadi produk premium menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi unggulan dunia.