Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu https://bapeltanjambi.bppsdmp.pertanian.go.id/
Logo

BPDP dan Bapeltan Jambi Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit Lewat Pelatihan Pupuk Organik, Dorong Efisiensi Biaya Produksi

23/06/2026 15:40:00 Admin4 Bapeltan Jambi 74

Upaya meningkatkan daya saing dan efisiensi usaha perkebunan kelapa sawit terus diperkuat melalui Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Angkatan I, II, dan III yang berlangsung pada 23–26 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia perkebunan yang adaptif dan berkelanjutan.

Pembukaan diawali dengan laporan ketua panitia, Sucipto, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 86 peserta yang berasal dari Kabupaten Batanghari dan Merangin. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi serta Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perikanan Kabupaten Batanghari, Henrizal, yang memberikan sambutan sekaligus dukungan terhadap peningkatan kapasitas pekebun sawit melalui penerapan teknologi ramah lingkungan.

“Di tengah fluktuasi harga pupuk kimia yang masih relatif tinggi dan dinamika harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, kemampuan petani menghasilkan pupuk organik secara mandiri menjadi strategi penting untuk menjaga efisiensi usaha dan meningkatkan keuntungan,” ujarnya.

Ketua panitia, Sucipto, menambahkan bahwa penggunaan pupuk organik tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik yang harganya cenderung meningkat, tetapi juga dapat memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung sistem budidaya yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Henrizal, menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas sawit harus dibarengi dengan pengendalian biaya produksi. Menurutnya, kemampuan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan pupuk organik akan menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.

“Ketika harga pupuk kimia naik dan harga sawit mengalami fluktuasi, petani harus memiliki inovasi agar biaya produksi tetap terkendali. Pelatihan ini menjadi investasi pengetahuan yang sangat penting bagi pekebun,” katanya.

Program pelatihan yang difasilitasi BPDP ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat, memperkuat praktik budidaya berkelanjutan, serta mendukung ketahanan ekonomi petani melalui efisiensi biaya usaha. Dengan penguasaan teknologi pembuatan dan aplikasi pupuk organik, diharapkan para pekebun sawit di Jambi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan tanah dan lingkungan secara berkelanjutan.