BPDP Perkuat SDM Pekebun Sawit Jambi, Dorong Produktivitas untuk Dukung Program B50
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pekebun kelapa sawit melalui program pengembangan SDM perkebunan. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, diikuti oleh pekebun sawit dari Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun.
Program ini merupakan bagian dari strategi BPDP dalam meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat secara berkelanjutan. Melalui peningkatan kompetensi pekebun, BPDP berupaya menciptakan usaha perkebunan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) dengan produktivitas yang tinggi.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta mengikuti praktik lapangan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di lokasi ini, peserta mempelajari secara langsung teknik pembuatan pupuk organik, proses fermentasi, pengendalian mutu, hingga metode aplikasi yang tepat pada tanaman kelapa sawit.
Pak Suparli berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kebun yang menekankan penggunaan pupuk organik hasil produksi sendiri, pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku, pengelolaan kesuburan tanah, serta perawatan tanaman yang konsisten. Menurutnya, pengelolaan kebun yang baik tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas tandan buah segar (TBS), tetapi juga menekan biaya produksi dan menjaga kesehatan lahan dalam jangka panjang.
Pengalaman lapangan tersebut memberikan gambaran nyata kepada peserta bahwa penerapan teknologi sederhana dan pengelolaan kebun yang tepat dapat meningkatkan keuntungan usaha tani. Model pembelajaran langsung dari praktisi seperti Pak Suparli menjadi nilai tambah karena peserta dapat melihat bukti keberhasilan yang dapat diterapkan di kebun mereka masing-masing.
Pelatihan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor hilir kelapa sawit melalui implementasi Program Biodiesel B50. Ketersediaan bahan baku sawit yang berasal dari kebun rakyat yang produktif menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan biodiesel nasional. Oleh karena itu, investasi BPDP pada peningkatan kapasitas SDM pekebun menjadi langkah strategis untuk mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Bapeltan Jambi berperan sebagai lembaga pelatihan yang menyiapkan kurikulum, widyaiswara, serta metode pembelajaran berbasis praktik. Kolaborasi antara BPDP, Bapeltan Jambi, dan P4S memastikan materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan mudah diterapkan oleh pekebun.
Melalui program pengembangan SDM ini, BPDP berharap pekebun sawit di Kabupaten Merangin dan Sarolangun mampu memanfaatkan sumber daya lokal untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri. Selain menekan biaya produksi, penggunaan pupuk organik juga dapat memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan produktivitas kebun, dan mendukung praktik perkebunan sawit berkelanjutan.
Program ini menegaskan bahwa BPDP tidak hanya berperan sebagai pengelola dana perkebunan, tetapi juga sebagai penggerak peningkatan kapasitas pekebun sawit Indonesia. Dengan SDM yang unggul dan penerapan teknologi budidaya yang tepat, pekebun sawit rakyat diharapkan semakin berdaya saing, mampu meningkatkan pendapatan, serta berkontribusi nyata dalam menyukseskan program strategis pemerintah menuju Indonesia yang mandiri energi melalui implementasi Biodiesel B50.