Hilirisasi Buah Naga Diperkenalkan ke Pelajar SMP, Dorong Jiwa Agribisnis Sejak Dini
Program hilirisasi hasil pertanian adalah inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk mengolah bahan mentah pertanian menjadi produk jadi atau setengah jadi bernilai tambah tinggi, bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kedaulatan ekonomi.
Sasaran utama program hilirisasi adalah mendorong petani untuk menjadi pelaku usaha, mengurangi impor produk olahan (contoh: es krim buah naga), dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor agribisnis.
“Hilirisasi buah naga di Indonesia adalah upaya meningkatkan nilai tambah buah naga mentah, terutama grade rendah atau saat panen melimpah, melalui pengolahan menjadi produk turunan seperti selai, mi, bakpau, sale, keripik, dan produk olahan lainnya,” ungkap Puji Lestari, S.TP., M.Si., Widyaswara Bapeltan Jambi pada Jumat (30/1/2026).
Dalam upaya menanamkan jiwa agribisnis di bidang pertanian, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tri Sukses Kota Jambi bekerja sama dengan UPT Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi selaku perwakilan BPPSDMP di lingkungan Kementerian Pertanian, menumbuhkan jiwa agribisnis pertanian.
Program pembelajaran yang diberikan oleh Bapeltan Jambi kepada anak-anak murid SMP Tri Sukses Kota Jambi adalah hilirisasi buah naga. Hilirisasi buah naga menjadi penting untuk meningkatkan pendapatan petani.
Pada kesempatan tersebut, melalui tenaga yang kompeten di bidangnya, Bapeltan Jambi memberikan pembelajaran pengolahan buah naga menjadi es krim.
Buah naga yang selama ini hanya dikenal menjadi buah konsumsi biasa, dengan adanya pembelajaran pengolahan buah naga menjadi es krim, diharapkan ke depannya para siswa di SMP Tri Sukses Kota Jambi memiliki minat beragribisnis dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Hilirisasi dapat menghasilkan laba bersih sekitar 20–40 persen dan omzet mencapai ratusan juta rupiah per bulan.