Pelatihan Agribisnis Kopi Berorientasi Ekspor bagi Aparatur Resmi Digelar di Bapeltan Jambi

Jambi, 23 Januari 2024 — Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menggelar Pelatihan Agribisnis Kopi Berorientasi Ekspor bagi Aparatur yang dibuka secara resmi pada Selasa, 23 Januari 2024 pukul 08.30 WIB. Pembukaan acara berlangsung di Aula Bapeltan Jambi dan dipimpin oleh Plt. Kepala Bapeltan Jambi, Elly Sarnis Pukesmawati, S.P., M.P.. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan dan panitia, termasuk Kasubbag Tata Usaha; Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pelatihan, Layanan Konsultasi dan Pengelolaan Inkubator Agribisnis; Ketua Tim Kerja Program, Evaluasi dan Kerja Sama; Ketua Jabatan Fungsional; para Widyaiswara; serta seluruh panitia pelaksana.

Tujuan dan Ruang Lingkup Pelatihan

Pelatihan ini disusun untuk memperkuat kapasitas aparatur yang terkait dengan pembangunan agribisnis kopi, khususnya dalam rangka meningkatkan kesiapan komoditas kopi untuk pasar ekspor. Materi disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kopi, sehingga seluruh peserta memperoleh kompetensi teknis dan non-teknis yang relevan dengan kebutuhan industri kopi ekspor.

Secara garis besar, tujuan pelatihan meliputi:

  • Meningkatkan pemahaman teknis budidaya dan pasca-panen kopi yang memenuhi standar mutu ekspor.

  • Menguatkan kemampuan aparatur dalam membimbing petani/pelaku usaha kopi untuk mencapai standar SKKNI.

  • Memperkenalkan praktik pengembangan agribisnis yang terintegrasi—dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran ekspor.

  • Membangun jejaring antar-aparatur lintas provinsi untuk kolaborasi dalam pengembangan kopi berorientasi ekspor.

Peserta dan Lokasi

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang merupakan aparatur dari beberapa provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, dan Jambi. Keberagaman asal peserta dimaksudkan agar terjadi pertukaran pengalaman dan praktik baik antar-daerah penghasil kopi di Sumatera dan sekitarnya.

Pembukaan dilaksanakan di Aula Bapeltan Jambi, dengan rangkaian administrasi, pengenalan tim fasilitator, serta pemaparan tujuan dan jadwal pelatihan.

Kurikulum dan Metode Pembelajaran

Peserta memperoleh total 56 Jam Pelajaran (JP) yang memadukan materi teoritis dan praktik lapangan. Semua materi disusun sesuai SKKNI Kopi sehingga hasil pelatihan dapat menjadi dasar bagi asesmen kompetensi dan pengembangan kapasitas yang standar.

Topik-topik utama yang diberikan antara lain (ringkasan):

  • Prinsip-prinsip agribisnis kopi berorientasi ekspor (rantai nilai, persyaratan pasar internasional).

  • Teknik budidaya kopi yang ramah lingkungan dan produktif (pemilihan varietas, pemupukan, pengendalian OPT).

  • Manajemen pasca panen untuk mutu ekspor (pemanenan, pengolahan basah/kering, pengeringan, sorting, penyimpanan).

  • Standar mutu dan sertifikasi serta penerapan SKKNI Kopi.

  • Pengemasan, logistik, dan aspek pemasaran ekspor (pemahaman standar buyer, dokumentasi ekspor).

  • Aspek kelembagaan: penguatan kelompok tani, pengelolaan P4S, dan peran aparatur dalam fasilitasi agribisnis.

Metode pembelajaran menggunakan kombinasi ceramah interaktif, diskusi kasus, studi kelompok, dan praktik langsung. Fasilitator terdiri dari widyaiswara Bapeltan dan narasumber praktisi yang berpengalaman dalam rantai nilai kopi.

Praktik Lapang — Kunjungan ke P4S Liberika Indonesia

Sebagai bagian penting dari pelatihan, peserta melakukan kunjungan/praktik lapang ke P4S Liberika Indonesia yang berlokasi di Desa Sungai Terap, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Kunjungan lapang ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung terkait budidaya, manajemen kebun, serta praktik pasca panen kopi Liberika—komoditas yang menjadi unggulan di wilayah tersebut.

Selama kunjungan, peserta melakukan observasi lapangan, praktik penilaian mutu buah dan biji kopi, serta dialog langsung dengan pengelola P4S mengenai tantangan dan solusi dalam upaya memasuki pasar ekspor. Kegiatan lapang memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat penerapan teknik yang dibahas dalam sesi kelas dan mengevaluasi kesesuaian praktik di lapangan dengan standar SKKNI.

Harapan dan Tindak Lanjut

Dalam sambutan pembukaan, pimpinan penyelenggara menegaskan pentingnya sinergi antar-aparatur dan lembaga pelatihan untuk mendorong komoditas kopi lokal agar mampu memenuhi persyaratan pasar internasional. Diharapkan setelah pelatihan, peserta dapat:

 

  • Mengaplikasikan ilmu dan praktik yang diperoleh untuk membimbing petani/pelaku usaha di daerah masing-masing.

  • Menginisiasi kegiatan lanjutan seperti pendampingan, uji kompetensi berbasis SKKNI, dan penguatan jejaring pemasaran.

  • Berkolaborasi dalam program inkubator agribisnis atau pilot project yang menghubungkan produksi dengan buyer ekspor.