Kolaborasi UPT Kementan Kawal Gertam di Batang Hari, Percepat Tanam 45 Hektare Dorong Produksi Nasional
Gerakan Tanam (Gertam) Nasional terus digencarkan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Jambi. Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, dan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jambi mengawal pelaksanaan tanam seluas 45 hektare di Kabupaten Batang Hari, Kamis (29/4/2026).
Kegiatan dipusatkan di Desa Selat, Kecamatan Pemayung, pada lahan program Optimasi Lahan (Oplah) yang dikelola oleh BP Sukses Besamo dan KWT Wanita Anggrek. Kegiatan tanam bersama ini dihadiri oleh Direktur Polbangtan Bogor, Kasubag Umum BBRMP Jambi, Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Katimker Penyuluh Kabupaten Batang Hari, perwakilan OPD Kabupaten Batang Hari, Koordinator Penyuluh Kecamatan Pemayung, Camat Pemayung, Kepala Desa Selat, serta Babinsa Desa Selat.
Pelaksanaan Gertam ini merupakan bagian dari upaya percepatan tanam yang terus dilakukan guna meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.
Dalam arahan Menteri Pertanian yang disampaikan melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI, seluruh pihak didorong untuk terus melakukan percepatan tanam serta meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sebagai kunci dalam mendongkrak produksi pangan.
Selain itu, peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang juga menjadi perhatian, termasuk melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus, sehingga langkah antisipatif menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
Secara nasional, kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Serentak Nasional yang dipusatkan di Kabupaten Agam dengan total luas tanam mencapai 50.000 hektare. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat musim tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tekanan global.
Melalui Gerakan Tanam Nasional yang terus berlanjut, sinergi antara UPT Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan petani diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.