Perkuat Ketahanan Pangan, Bapeltan Jambi Gelar Pembekalan Brigade Pangan Angkatan II di Tanjab Barat
Tanjung Jabung Barat – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan. Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar kegiatan Pembekalan Brigade Pangan (BP) Angkatan II di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan yang berlangsung diikuti 45 peserta dari tiga kelompok Brigade Pangan, yakni Berkah Bersama (Desa Mekar Jati), Adhi Mukti (Desa Sungai Jering), dan Bina Muda (Desa Pasar Senin).
Pembekalan Brigade Pangan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sumber daya manusia pertanian agar lebih siap menghadapi tantangan produksi dan distribusi pangan.
Kepala Bapeltan Jambi Sugeng Mulyono, S.TP, MP membuka kegiatan secara resmi, didampingi Kepala DTPH Kabupaten Tanjab Barat Riza Pahlevi, SE, MM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yan Eri, S.Pt, M.Si, serta Kabid Penyuluhan DTPH Yulianti, SP, M.Si.
Dalam sambutannya, Sugeng Mulyono menyampaikan bahwa Brigade Pangan dibentuk untuk memperkuat sinergi antara petani, penyuluh, dan seluruh insan pertanian dalam menjaga kedaulatan pangan daerah.
“Brigade Pangan bukan hanya tim penggerak alsintan, tetapi satu ekosistem pertanian yang mengintegrasikan teknologi, efisiensi produksi, transparansi usaha, serta nilai tambah hasil pertanian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembentukan Brigade Pangan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan pentingnya kemandirian pangan nasional.
“Provinsi Jambi hingga kini masih bergantung pasokan dari provinsi lain seperti Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Melalui Brigade Pangan, kita ingin daerah mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DTPH dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungannya dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
Harapannya kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor demi mewujudkan pertanian yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.