Sertifikasi Tuntas, Bapeltan Jambi Cetak SDM Kelapa Sawit Siap Bersaing di Industri

Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Skema Asisten Kebun Kelapa Sawit dan Skema Mandor Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit resmi ditutup pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Aula Sultan Thaha, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, agar mampu menjawab kebutuhan industri dan tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan peserta, Sunarto, S.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Balai Pelatihan Pertanian Jambi, panitia pelaksana, serta asesor yang telah memfasilitasi dan melaksanakan proses sertifikasi secara profesional, objektif, dan transparan.

Ia berharap sertifikat kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kepercayaan diri dalam bekerja, serta membuka peluang yang lebih luas di dunia kerja.

Asesor Muhammad Taufiqur Rohman, S.P., M.P. menyampaikan bahwa sertifikasi merupakan instrumen untuk membuktikan kemampuan atau kapasitas peserta sesuai dengan skema masing-masing. Penilaian dilakukan secara menyeluruh meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja melalui proses pembuktian yang terstruktur, mulai dari verifikasi dokumen, observasi praktik, hingga wawancara kompetensi.

Berdasarkan hasil asesmen, seluruh peserta dinyatakan kompeten pada skema yang diikuti dan direkomendasikan untuk memperoleh sertifikat kompetensi.

Sertifikasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme, serta menjadi penguat dalam menghadapi tuntutan industri, termasuk bagi peserta dari SMK agar terus berkembang dan siap bersaing di dunia kerja.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi menyampaikan apresiasi kepada perwakilan LSP Pertanian dan para asesor atas dukungan dan kerja sama dalam penyelenggaraan sertifikasi. Beliau juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus.

Ditekankan bahwa kompetensi tidak hanya berhenti pada kepemilikan sertifikat, tetapi harus dapat dipertanggungjawabkan dalam praktik kerja sehari-hari. Keseriusan dan komitmen peserta selama proses sertifikasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Balai Pelatihan Pertanian Jambi menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan tenaga kerja perkebunan yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan industri.

Sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja di sektor agribisnis kelapa sawit.