Coffee Morning LTT Terintegrasi: Bapeltan Jambi Dorong Sinkronisasi Data dan Percepatan Tanam

Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan yang menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian, berbagai langkah percepatan terus dilakukan di daerah, termasuk melalui penguatan capaian Luas Tambah Tanam (LTT).

Di Provinsi Jambi, upaya ini diperkuat melalui kegiatan Coffee Morning Evaluasi LTT Terintegrasi sebagai ruang koordinasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi, penyamaan data, dan strategi percepatan tanam. Sejalan dengan hal tersebut, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi turut berpartisipasi aktif sebagai bagian dari dukungan peningkatan kinerja pertanian di wilayah.

Kepala Bapeltan Jambi, Sugeng Mulyono, S. TP., M.P., menghadiri kegiatan Coffee Morning Evaluasi LTT Terintegrasi Provinsi Jambi yang berlangsung di Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pj Swasembada Pangan Provinsi Jambi, Ir. Yuris Tiyanto, M.M (melalui Zoom), Direktur Polbangtan Bogor, Dr. Yoyon Haryanto, S.ST., M.P., Kepala BRMP Jambi, Firdaus, S.P., M.Si., beserta jajaran, Dinas Pertanian Provinsi Jambi (TP dan PSP), serta perwakilan BPS, Bulog, BWSS, penyuluh, dan perwakilan kabupaten/kota.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Tata Usaha BRMP Jambi yang menyampaikan bahwa Coffee Morning ini menjadi ruang diskusi informal lintas instansi untuk mengurai persoalan LTT yang tidak selalu dapat dibahas dalam forum formal.

Diskusi difokuskan pada sinkronisasi data, evaluasi capaian, serta penguatan koordinasi guna mempercepat kontribusi LTT terhadap swasembada pangan Provinsi Jambi.

Dalam arahannya, Pj Swasembada Pangan Provinsi Jambi yang juga Kepala BBOPT, memaparkan capaian LTT Provinsi Jambi yang berada pada angka 32,17%.

Beliau juga menyampaikan bahwa indeks panen Provinsi Jambi berada pada peringkat 2 se-Sumatera dan peringkat 3 nasional, namun terdapat selisih data antara LTT dan Luas Tambah Panen (LTP) hingga 20% yang perlu segera disinkronkan melalui koordinasi lintas pihak. Penyuluh diminta konsisten berkoordinasi dengan dinas daerah serta memperkuat sinergi dengan sektor pendukung seperti BWSS, Bulog, pupuk, dan perbenihan.

Direktur Polbangtan Bogor menyampaikan bahwa peningkatan LTT di Jambi sudah berjalan baik, namun perlu akselerasi menuju zona hijau. Untuk wilayah binaan Polbangtan yakni Tebo dan Muaro Jambi, ditargetkan dapat mencapai zona kuning.

Penyuluh kabupaten juga didorong untuk aktif memantau pemanfaatan alsintan Brigade Pangan di wilayah masing-masing sebagai dukungan terhadap percepatan tanam.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bapeltan Jambi menyampaikan kondisi capaian dan tantangan lapangan di wilayah kerja Bapeltan Jambi yaitu Kabupaten Bungo dan Tanjung Jabung Barat.

Di Kabupaten Bungo, progres CSR masih 7,5% sehingga perlu penguatan pelaksanaan agar capaian lebih maksimal. Sementara itu, di Tanjung Jabung Barat terdapat beberapa wilayah yang masih terdampak banjir seperti Batang Asam, namun wilayah Senyerang dan Pengabuan diharapkan mampu menopang wilayah terdampak dalam mendukung target LTT.

Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat pentingnya langkah bersama dalam memperkuat akurasi data, mempercepat realisasi tanam, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor.

Bapeltan Jambi berkomitmen untuk terus mendukung program swasembada pangan melalui penguatan pendampingan dan sinergi lapangan bersama penyuluh serta instansi terkait, khususnya di wilayah binaan.