Sinergi Kementan, TNI, dan Pemda Menguat dalam Penandatanganan Kontrak Optimasi Lahan Rawa Jambi
Komitmen percepatan swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai program strategi di sektor pertanian. Sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang sejalan dengan visi dan Arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, kegiatan optimalisasi lahan rawa menjadi salah satu langkah strategi untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, serta mendorong peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, dilaksanakan Penandatanganan Kontrak Optimasi Lahan Rawa Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2026 pada Jumat, 19 Juni 2026, bertempat di Aula Sultan Thaha, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, unsur TNI, akademisi, serta para pemangku kepentingan di pusat dalam mendukung optimalisasi lahan rawa di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Palembang, Komandan Korem 042/Garuda Putih atau yang diwakili oleh Kasiter Kasrem 042/Garuda Putih; serta para komandan kodim pelaksana kegiatan Optimasi Lahan Rawa Provinsi Jambi, yaitu Dandim 0415/Jambi, Dandim 0416/Bute, Dandim 0417/Kerinci, dan Dandim 0419/Tanjab.
Turut hadir pula Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi beserta para kepala dinas kabupaten/kota se-Provinsi Jambi; Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi yang dipimpin oleh Kasubag Tata Usaha, Kelompok Substansi Penyuluh Pertanian Provinsi Jambi; serta Tim Pelaksana Survey Investigasi dan Desain (SID) dari Universitas Jambi.
Melalui penandatanganan kontrak ini, pelaksanaan optimasi lahan rawa yang diharapkan di Provinsi Jambi dapat berjalan secara efektif, terukur, dan tepat sasaran. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan luas tanam dan produktivitas lahan, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi, penguatan infrastruktur pertanian, serta peningkatan kapasitas petani dalam mengelola lahan rawa secara berkelanjutan.
Sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI, sejarawan, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan optimalisasi lahan rawa yang terencana dan terintegrasi, Provinsi Jambi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung target swasembada pangan nasional serta mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.