BPDP Dorong Pekebun Seluma Semakin Profesional Melalui Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit
Upaya meningkatkan daya saing pekebun kelapa sawit terus dilakukan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pekebun agar tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola sarana dan prasarana perkebunan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan II yang diikuti oleh 30 orang pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Pelatihan dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, dan dibuka pada Senin (20/7/2026) di Hotel Mercure Bengkulu.
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muko-Muko, dan Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang secara konsisten menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi pekebun kelapa sawit. Menurutnya, pelatihan seperti ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pekebun agar mampu mengikuti perkembangan teknologi serta menerapkan pengelolaan perkebunan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Saptorini menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada peserta, mulai dari pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan), tata air, infrastruktur kebun, hingga penanganan limbah. Seluruh materi tersebut diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan kebun sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha dan produktivitas perkebunan rakyat.
Melalui dukungan penuh BPDP sebagai penggagas Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dan Bapeltan Jambi sebagai penyelenggara pelatihan, pemerintah terus memperluas akses pekebun terhadap pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Diharapkan, semakin banyak pekebun yang memiliki kompetensi unggul, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menjadi pelaku utama dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.