Sudaryono Serukan Daerah Bergerak Serentak, Targetkan Pangan Mandiri

Saat berkunjung ke Kabupaten Batang Hari, Jambi Wakil Menteri Pertanian (WamentanSudaryono menegaskan 

Gerakan Cetak Sawah Rakyat (CSR) tanam ini harus kita lakukan secara serempak di seluruh daerah. Tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri, karena hasilnya tidak akan maksimal.

"Oleh karena itu, perlu kita kumpulkan, kita dorong, bahkan kalau perlu diseremonialkan agar semua daerah bergerak dalam waktu yang sama dan menanam secara serentak," pungkasnya, Selasa (21/4/2026).

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar petani. Benih bisa kita adakan, bahkan kita dorong untuk diberikan secara gratis kepada petani.

Pupuk juga sudah kita siapkan, didukung oleh kapasitas produksi dalam negeri dan jaringan distribusi yang terus kita perbaiki.

Namun ada satu hal yang tidak bisa kita datangkan, yaitu air. Karena itu, kunci keberhasilan pertanian kita ada pada bagaimana kita mengelola air dengan baik.

"Mumpung saat ini masih musim hujan, kita harus manfaatkan sebaik mungkin. Air hujan harus kita tampung, aliran sungai harus kita kelola, sehingga bisa digunakan saat dibutuhkan, terutama ketika memasuki musim kering," tambahnya  

Lanjutnya, tanpa air, kita tidak bisa menanam. Maka pengelolaan air ini menjadi sangat penting dan harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun para petani.

Ia mengajak seluruh kepala daerah, jajaran terkait, dan para petani untuk bergerak cepat memanfaatkan momentum ini. Kita tidak boleh lengah. Kita harus bekerja bersama, serentak, dan terukur.

"Target kita jelas, yaitu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Indonesia ke depan tidak boleh lagi bergantung pada impor pangan. Kita harus mampu memenuhi kebutuhan kita sendiri dengan kekuatan produksi dalam negeri.” jelasnya.