Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu https://bapeltanjambi.bppsdmp.pertanian.go.id/
Logo

BPDP dan Bapeltan Jambi Gelar Pelatihan Pupuk Organik, Dorong Pekebun Sawit Lebih Produktif

14/07/2026 15:12:00 Admin4 Bapeltan Jambi 24

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit melalui Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi Pekebun Sawit Angkatan IV. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pelatihan  Pertanian (Bapeltan) Jambi ini merupakan hasil kolaborasi BPDP dengan Bapeltan Jambi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis pekebun dalam memproduksi dan mengaplikasikan  pupuk organik sebagai upaya meningkatkan produktivitas kebun sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Pembukaan pelatihan dihadiri secara daring oleh Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Pelaksana Tugas Kepala Bapeltan Jambi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun Dulmuin, perwakilan Direktorat Kelapa Sawit dan Aneka Palma, serta perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Merangin.

Dalam sambutannya, Dulmuin menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Hingga tahun 2026, Kabupaten Sarolangun telah merealisasikan peremajaan sekitar 2.600 hektare kebun sawit rakyat dan sebagian telah memasuki fase menghasilkan.

"Keberhasilan program peremajaan tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul, tetapi juga kemampuan petani dalam menerapkan teknologi budidaya yang tepat. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini memiliki peran yang sangat penting," ujarnya.

Ia berharap peserta Angkatan IV mampu menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga produktivitas kebun sawit rakyat dapat meningkat. Saat ini produktivitas rata-rata masih berkisar 1,6–1,7 ton per hektare, sementara potensinya dapat mencapai 2–3 ton per hektare apabila didukung penerapan teknologi budidaya yang tepat dan penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan.

Selain mendukung pembiayaan pelatihan, BPDP juga terus memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi pekebun sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat.

Sementara itu, mewakili Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Tulus Tri Margono menegaskan bahwa peningkatan kompetensi petani merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri sawit nasional.

"Investasi terbaik bukan hanya pada tanaman, tetapi juga pada manusianya. Ketika petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik, produktivitas kebun akan meningkat secara berkelanjutan," katanya.

Pelatihan Angkatan IV ini diharapkan menjadi bekal bagi pekebun dalam menerapkan praktik budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mendukung implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).