Cetak SDM Pertanian Kompeten, Bapeltan Jambi Dukung Sertifikasi SMKPP Negeri Sembawa

Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian melalui keterlibatan aktif pada kegiatan Sertifikasi Kompetensi Level Terampil bagi Siswa Kelas XII SMK PP Negeri Sembawa.

Kegiatan ini diikuti oleh 153 siswa dan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada 1–4 Februari 2026 dan tahap kedua pada 4–7 Februari 2026.

 

Sertifikasi kompetensi tersebut diselenggarakan oleh LSP Pertanian Kementerian Pertanian dengan dukungan penuh dari SMK PP Negeri Sembawa, serta melibatkan pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, para asesor kompetensi, guru, dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring guna menjangkau seluruh unsur pendukung pelaksanaan sertifikasi.

Pada kesempatan tersebut, salah satu Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Binsar Simatupang, S.P., M.P., hadir dan memberikan sambutan mewakili Koordinator Asesor.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar kegiatan formal atau administratif, melainkan merupakan proses pengakuan resmi atas kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja peserta didik yang telah ditempa melalui pendidikan dan praktik selama menempuh pendidikan di SMKPP Negeri Sembawa.

 

“Di tengah tantangan pembangunan pertanian saat ini—mulai dari tuntutan produktivitas, kualitas SDM, hingga daya saing global—lulusan vokasi pertanian harus memiliki kompetensi yang terukur, terstandar, dan diakui. Sertifikasi kompetensi level terampil menjadi fondasi penting bagi kesiapan kerja dan wirausaha pertanian,” ungkapnya.

Adapun skema sertifikasi yang diujikan dalam kegiatan ini berjumlah tujuh skema, yaitu:

  • Mandor Pemeliharaan Kelapa Sawit
  • Mandor Panen Kelapa Sawit
  • Operator Kesehatan Unggas/Vaksinasi
  • Pembudidaya Tanaman Hortikultura
  • Pembuat Susu Kedelai
  • Pembuat Tempe
  • Operator Kandang Unggas

Lebih lanjut disampaikan kepada seluruh peserta bahwa sertifikat kompetensi merupakan modal awal, namun kompetensi sejati akan dibuktikan melalui etos kerja, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.

 

Proses uji kompetensi diharapkan dapat menjadi ajang pembuktian diri sekaligus bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha di sektor pertanian.

Melalui keterlibatan widyaiswara sebagai asesor, Bapeltan Jambi berharap kegiatan sertifikasi ini mampu melahirkan lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional yang berkelanjutan.