Dinas TPH Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bapeltan Jambi dan PJ SSP Provinsi Jambi Terus Mendukung Swasembada Pangan Nasional
Kuala Tungkal, 2 Oktober 2025 – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar rapat koordinasi penyuluh pertanian bulanan pada Rabu, 1 Oktober 2025, bertempat di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Dalam rapat tersebut, dua agenda utama menjadi fokus pembahasan, yakni kesanggupan Luas Tambah Tanam (LTT) pada bulan Oktober 2025 serta evaluasi program Brigade Pangan (BP) tahun 2024 dan penyelesaian Administrasi BP 2025. Kedua agenda ini dinilai krusial dalam memastikan keberlanjutan program pertanian sekaligus memperkuat peran penyuluhan di lapangan.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai unsur penting baik dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten. PJ SSP Provinsi Jambi diwakili oleh Katimker Keuangan dan BMN BBPOPT, Yoshi Futaki, S.IP., MM., beserta tim. Dari tingkat daerah, hadir Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat, M. Riza Pahlevi, SE., MM., serta PJ SSP Kabupaten Tanjabbar, Sugeng Mulyono, S.TP, MP.
Selain itu, rapat juga melibatkan para Kepala Bidang lingkup Dinas Pertanian, antara lain Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala Bidang PSP, dan Kepala Bidang Penyuluhan. Turut hadir pula Widyaiswara, Koordinator BPP se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para koordinator penyuluh lapangan (Korluh), penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas data. Kehadiran mereka memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas produksi pangan di wilayah Tanjabbar.
Dalam agenda pertama, pembahasan difokuskan pada target Luas Tambah Tanam (LTT) terintegrasi pada bulan Oktober 2025. LTT menjadi salah satu indikator kunci dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian daerah. Para peserta rapat menekankan pentingnya percepatan tanam, terutama pada Musim Tanam I (MT I), agar target capaian Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat direalisasikan sesuai rencana. Kesuksesan LTT sangat bergantung pada koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga penyuluh di lapangan.
Langkah percepatan tanam di Musim Tanam I (MT I) dan pembentukan Brigade Pangan tahun 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Yoshi Futaki, S.IP., MM., Katimker Keuangan dan BMN BBPOPT, yang mewakili PJ SSP Provinsi Jambi, menyampaikan:“Percepatan tanam kembali pada Musim Tanam I (MT I) menjadi langkah strategis agar target capaian Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat segera terealisasi. Kami menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah, penyuluh, dan petani untuk memastikan proses tanam berjalan sesuai jadwal. Dengan koordinasi yang baik, kami optimis target produksi dapat tercapai dan mendukung ketahanan pangan di wilayah ini.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya mempercepat pola tanam bukan hanya tugas daerah, melainkan menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.
Agenda kedua membahas evaluasi monitoring dan evaluasi (monev) oleh Inspektorat Jenderal terkait pelaksanaan Brigade Pangan (BP) tahun 2024. Evaluasi dilakukan menyeluruh, mencakup kelengkapan administrasi, efektivitas penyaluran bantuan, serta dampak program terhadap peningkatan produksi pertanian.
Dalam evaluasi tersebut terungkap bahwa pada tahun 2024, terdapat 11 Brigade Pangan yang telah berjalan di Tanjung Jabung Barat. Program ini diakui memberikan dampak positif, namun masih perlu perbaikan terutama dalam aspek administrasi dan pendampingan petani. Evaluasi ini menjadi landasan dalam pembentukan 9 Brigade Pangan baru di tahun 2025, dengan harapan mekanisme penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran.
Salah satu poin penting dalam rapat adalah penegasan kembali peran penyuluh pertanian dan Brigade Pangan (BP). Penyuluh dipandang sebagai ujung tombak yang tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat, M. Riza Pahlevi, SE., MM., menyatakan:“Kami optimis target capaian Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat direalisasikan. Kunci keberhasilan ini terletak pada peran penting para penyuluh dan koordinator penyuluh dalam mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan. Penyuluh bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga motor penggerak yang memastikan teknologi, inovasi, dan bantuan pemerintah benar-benar sampai dan dimanfaatkan oleh petani.”
PJ SSP Kabupaten Tanjabbar, Sugeng Mulyono, S.TP, MP., menambahkan:
“Penting bagi para penyuluh untuk terus mendampingi petani, kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), dan Brigade Pangan (BP) di lapangan. Pendampingan ini menjadi kunci dalam mengoptimalkan percepatan tanam sekaligus menjamin efektivitas program. Dengan kerja bersama dan semangat gotong royong, kita bisa memastikan peningkatan produksi pertanian di Tanjung Jabung Barat berjalan sesuai rencana.”
Pertemuan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam memperkuat sektor pertanian. Melalui perencanaan matang, dukungan data akurat, serta evaluasi berkelanjutan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat optimis mampu meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung pencapaian swasembada beras nasional.