Dorong Swasembada Pangan, Kementerian Pertanian Percepat LTT Padi Terintegrasi di Jambi

Jambi, 17 Desember 2025 — Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan nasional, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Evaluasi dan Akselerasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Terintegrasi Provinsi Jambi yang berlangsung di Aula Agromodern BRMP Jambi, Rabu (17/12).

Rapat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, baik secara luring maupun daring. Penanggungjawab Satgas Swasembada Pangan (SPP) Provinsi Jambi, Ir. Yuris Tiyanto, M.M., hadir melalui Zoom Meeting.

Turut hadir perwakilan Korem 042/Garuda Putih, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan Jambi), Dinas TPHP Provinsi Jambi, Dinas Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, BMKG Provinsi Jambi, BPS Provinsi Jambi, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, Kanwil BPN Provinsi Jambi, Perum Bulog Kanwil Jambi, PT Pupuk Indonesia, para Kepala Dinas Kabupaten/Kota, serta penyuluh pertanian Provinsi Jambi.

Kegiatan dibuka secara resmi dengan sambutan Kepala BRMP Jambi yang diwakili oleh Hery Nugroho, SP., MP., Kepala Tata Usaha BRMP Jambi.

Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan peningkatan LTT padi dan pencapaian target swasembada pangan di Provinsi Jambi.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ir. Yuris Tiyanto, M.M., yang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong Provinsi Jambi “naik kelas” melalui optimalisasi dukungan anggaran pusat.

Ia menekankan pentingnya evaluasi berbasis data, identifikasi permasalahan riil di lapangan, serta penguatan sinergi antar instansi. “Tanpa sinergi, target swasembada pangan tidak akan tercapai,” tegasnya.

Dalam sesi paparan materi teknis, perwakilan Korem 042/GAPU menyampaikan evaluasi dan akselerasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi terintegrasi di Provinsi Jambi, meliputi progres konstruksi OPLA, pelaksanaan CSR cetak sawah rakyat, serta target LTT Januari 2026, dengan penekanan pada peran Babinsa sebagai ujung tombak pendampingan di lapangan.

Dukungan infrastruktur pengairan disampaikan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi melalui pemeliharaan dan perbaikan jaringan irigasi, sementara BPS Provinsi Jambi memaparkan data statistik pertanian sebagai dasar pengambilan kebijakan yang menunjukkan tren peningkatan produksi padi.

Selanjutnya, Kanwil BPN Provinsi Jambi menyoroti pentingnya perlindungan lahan sawah melalui kebijakan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), dan BMKG Provinsi Jambi menutup paparan dengan analisis serta prediksi iklim, termasuk potensi curah hujan kategori menengah pada akhir Desember hingga awal Januari serta bertahannya fenomena La Niña lemah hingga 2026 sebagai acuan penentuan waktu tanam.

Rapat koordinasi menyepakati bahwa swasembada pangan merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang pelaksanaannya membutuhkan sinergi lintas sektor dalam satu komando.

Untuk mengatasi defisit produksi beras, Provinsi Jambi didorong meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) dan produktivitas melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan Indeks Pertanaman, perbaikan irigasi, optimasi lahan rawa dan non-rawa, cetak sawah rakyat, pemanfaatan alsintan, bantuan sarana produksi, serta pendampingan intensif oleh penyuluh dan Babinsa.

Berdasarkan data BPS, capaian luas panen dan produksi padi tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan meskipun masih terdapat wilayah yang memerlukan intervensi khusus, sehingga perlindungan lahan sawah melalui penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi serta antisipasi dampak perubahan iklim berdasarkan informasi BMKG menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Jambi hingga tahun 2026.