Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bapeltan Jambi Bekali Penyuluh Pertanian Kabupaten Tebo
Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi terus berkomitmen mendukung percepatan terwujudnya Swasembada Pangan Berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pelatihan bagi penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian yang berperan penting dalam mendampingi petani mengadopsi inovasi, meningkatkan produktivitas, serta mengawal keberhasilan program-program strategis pemerintah.
Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, Bapeltan Jambi menyelenggarakan Pelatihan Teknis Bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Angkatan IV yang bertempat di CWS BPP Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo. Pelatihan ini diikuti oleh 32 orang penyuluh pertanian yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Tebo.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Abdul Kata, selaku Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Kabupaten Tebo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Nanang Suryanto, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Kehutanan, dan Peternakan Kabupaten Tebo, serta perwakilan dari Bapeltan Jambi, Fergutson Nainggolan, dan Ari Firdaus.
Dalam sambutannya, Abdul Kata menyampaikan bahwa penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian yang berperan penting dalam mengawal implementasi berbagai program strategis pemerintah di tingkat lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi penyuluh harus terus dilakukan agar mampu memberikan pendampingan yang berkualitas kepada petani serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Selama pelatihan, peserta akan memperoleh pembelajaran yang memadukan teori dan praktik dengan materi yang meliputi kebijakan pembangunan pertanian dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan, penguatan peran penyuluh pertanian, penerapan teknologi pertanian modern, manajemen pengelolaan Brigade Pangan, administrasi kelompok tani, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada budidaya padi, pendampingan bantuan pemerintah, manajemen pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penyusunan rencana tindak lanjut. Kurikulum tersebut dirancang untuk membekali penyuluh dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di wilayah binaannya.
Melalui pelatihan ini, Bapeltan Jambi berharap para penyuluh pertanian semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi penggerak utama dalam mendampingi petani meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. Sinergi antara Bapeltan Jambi, Pemerintah Kabupaten Tebo, dan para penyuluh diharapkan dapat memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Tebo.