Latih Pemetaan Digital, BPDP - Bapeltan Jambi Dorong Pekebun Batang Hari Melek Teknologi
Jambi – Pengelolaan sawit kini tak lagi hanya mengandalkan pengalaman di lapangan. Di era modern, kemampuan memetakan lokasi perkebunan menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki pekebun untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Melalui pemetaan, pekebun dapat mengetahui batas dan luas lahan secara lebih akurat, menyusun data spasial, merencanakan budidaya, hingga mendukung survei lapangan dan pengambilan keputusan berbasis data. Penguasaan teknologi ini diyakini mampu membuat pengelolaan kebun menjadi lebih efektif, efisien, dan profesional.
Melihat pentingnya kompetensi tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026.
Salah satu implementasinya diwujudkan lewat Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi.
Program ini dirancang untuk membekali pekebun kelapa sawit rakyat dengan kemampuan memanfaatkan teknologi geospasial sehingga mampu mengelola perkebunan secara lebih modern, produktif, dan berdaya saing.
Pelatihan secara resmi dibuka pada Selasa (4/8/2026) di Aula Sultan Thaha Bapeltan Jambi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Saptorini, S.TP., M.Si.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tebo, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para narasumber, widyaiswara, serta panitia penyelenggara.
Sebanyak 29 pekebun kelapa sawit rakyat dari Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Agustus 2026.