Kunjungan Lapangan Jadi Ruang Belajar, BPDP dan Bapeltan Jambi Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit Manokwari
Pemanfaatan pupuk organik menjadi salah satu upaya untuk mendukung kesuburan tanah dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan. Bagi pekebun, kemampuan membuat dan mengaplikasikan pupuk organik secara mandiri juga menjadi keterampilan penting dalam memanfaatkan bahan dan limbah yang tersedia di sekitar perkebunan.
Dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi melaksanakan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Angkatan I dan II bagi pekebun di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada 9–12 September 2026.
Sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran, peserta mengikuti kunjungan lapangan ke Universitas Papua (Unipa) dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam materi sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik.
Kunjungan lapangan diawali dengan praktik di Universitas Papua, meliputi pembuatan pupuk organik cair, aplikasi pupuk, dan uji praktis pupuk organik yang dipandu oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Papua, Mashudi. Rangkaian pembelajaran kemudian dilanjutkan di Polbangtan Manokwari melalui praktik pembuatan pupuk organik padat.
Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari menyimak penjelasan hingga terlibat langsung dalam praktik. Melalui kunjungan lapangan ini, peserta mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman yang dapat memperkuat pemahaman mereka terhadap proses pembuatan hingga aplikasi pupuk organik.
Kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari keseluruhan pelatihan yang memadukan pembelajaran teori, diskusi, praktik, dan kunjungan lapangan. Materi pelatihan mencakup pupuk organik dan pupuk hayati, proses pengomposan, pemanfaatan bahan dan limbah perkebunan, hingga pembuatan serta aplikasi pupuk organik padat dan cair.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi BPDP dan Bapeltan Jambi dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM perkebunan kelapa sawit. Bapeltan Jambi sebagai UPT di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian berperan sebagai pelaksana pelatihan, sementara dukungan BPDP diarahkan untuk mendukung pengembangan SDM perkebunan.
Melalui rangkaian pembelajaran dan kunjungan lapangan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk membuat dan mengaplikasikan pupuk organik secara mandiri, sekaligus mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan.