Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu https://bapeltanjambi.bppsdmp.pertanian.go.id/
Logo

Penguatan SDM Pekebun Sawit, BPDP dan Bapeltan Jambi Hadirkan Staf Khusus Menteri Pertanian

15/07/2026 15:15:00 Admin4 Bapeltan Jambi 16

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) pekebun menjadi salah satu fokus Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit nasional. Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026, BPDP bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekebun dalam menerapkan praktik budidaya yang lebih efisien, produktif, dan ramah llingkungan.

Pelatihan yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Bapeltan Jambi ini diikuti oleh pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang memadukan teori dan praktik, meliputi kebijakan pembangunan perkebunan kelapa sawit, teknik pembuatan pupuk organik, aplikasi pupuk organik pada tanaman kelapa sawit, hingga praktik lapangan sebagai bekal dalam meningkatkan produktivitas kebun secara berkelanjutan.

Salah satu materi pada pelatihan disampaikan oleh Sam Herodian, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa peningkatan produktivitas kelapa sawit memerlukan dukungan penguatan SDM pekebun, penerapan teknologi, perbaikan tata kelola, modernisasi perkebunan, serta pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas sawit.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pengembangan industri hilir kelapa sawit merupakan salah satu strategi nasional untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Hilirisasi mendorong pemanfaatan hasil perkebunan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, termasuk biodiesel, sehingga mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun. Menurutnya, keberhasilan strategi tersebut harus diawali dari peningkatan produktivitas di tingkat kebun melalui penerapan budidaya yang baik dan pengelolaan tanaman secara berkelanjutan.

Sejalan dengan materi tersebut, penggunaan pupuk organik menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kesuburan tanah, meningkatkan efisiensi pemupukan, serta mendukung produktivitas tanaman kelapa sawit. Dengan produktivitas yang terus meningkat, pekebun diharapkan mampu menghasilkan bahan baku berkualitas yang dapat mendukung pengembangan industri hilir kelapa sawit di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, BPDP bersama Bapeltan Jambi terus berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pekebun kelapa sawit melalui pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap arah kebijakan pengembangan perkebunan dan industri sawit nasional. Diharapkan kompetensi yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lapangan sehingga mampu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan pekebun, serta mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.