Widyaiswara dan Tenaga Teknis Bapeltan Jambi Disiapkan Jadi Pendamping Pemulia Tebu
Widyaiswara dan tenaga teknis Balai Pelatihan Pertanian Jambi (Bapeltan Jambi) menunjukkan kesiapan nyata dalam mendukung program swasembada tebu nasional. Kesiapan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan aktif dalam kegiatan peningkatan kompetensi pendamping pemulia untuk evaluasi kelayakan kebun sumber benih tebu.
Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi (BBPMKP Ciawi) sebagai hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Perkebunan dengan Pusat Pelatihan Pertanian. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 21 hingga 23 Januari 2026.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman teknis dan praktis terkait peran pendamping pemulia dalam proses evaluasi kebun sumber benih tebu. Materi yang disampaikan meliputi identifikasi karakter morfologi tanaman, penilaian kemurnian varietas, kondisi kesehatan tanaman, serta pemenuhan persyaratan teknis kebun benih sesuai ketentuan perbenihan.
Kepala Bapeltan Jambi menyampaikan bahwa keterlibatan widyaiswara dan tenaga teknis dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat dukungan sumber daya manusia terhadap pengembangan perbenihan tebu nasional.
“Tenaga teknis kami dipersiapkan agar mampu mendampingi pemulia secara profesional dalam kegiatan evaluasi kebun benih, sementara widyaiswara tetap berperan dalam penguatan kapasitas petani dan penangkar melalui pelatihan,” ujarnya.
Sinergi antara Direktorat Jenderal Perkebunan dan Pusat Pelatihan Pertanian ini diharapkan mampu menghasilkan pendamping pemulia yang kompeten, sehingga proses evaluasi kelayakan kebun sumber benih tebu dapat berjalan lebih efektif, objektif, dan akuntabel. Ketersediaan benih tebu bermutu menjadi salah satu kunci utama peningkatan produktivitas dan rendemen tebu nasional.
Dengan mengikuti kegiatan ini, Bapeltan Jambi optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam pengawalan mutu benih tebu sekaligus mendukung pencapaian swasembada tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta pemangku kepentingan lainnya turut diperkuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengembangan tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga mendukung peningkatan produksi gula nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Dengan kesiapan widyaiswara dan dukungan seluruh pihak, Bapeltan Jambi optimistis program swasembada tebu dapat tercapai. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata sektor pelatihan pertanian dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Tenaga teknis tersebut diarahkan menjadi tenaga pendamping pemulia dalam kegiatan evaluasi kelayakan kebun sumber benih tebu.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia pertanian, khususnya dalam menjamin ketersediaan benih tebu bermutu dan berlabel.
Melalui pendampingan yang terstruktur, tenaga teknis Bapeltan Jambi dibekali kompetensi dalam melakukan identifikasi karakter morfologi tanaman, penilaian kemurnian varietas, kondisi kesehatan tanaman, serta kesesuaian kebun benih dengan standar teknis yang berlaku.