Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu https://bapeltanjambi.bppsdmp.pertanian.go.id/
Logo

BPDP Bersama Bapeltan Jambi Bekali Pekebun Muko-Muko dengan Kompetensi Pengelolaan Sarana Prasarana Sawit

20/07/2026 10:38:00 Admin4 Bapeltan Jambi 7

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Salah satu implementasi program tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian.

Pelatihan Angkatan I diikuti oleh 29 orang pekebun kelapa sawit yang berasal dari Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu. Kegiatan pembukaan dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di Hotel Mercure Bengkulu.

 Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Salah satu implementasi program tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian.

Pelatihan Angkatan I diikuti oleh 29 orang pekebun kelapa sawit yang berasal dari Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu. Kegiatan pembukaan dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di Hotel Mercure Bengkulu.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Saptorini menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan hasil sinergi antara BPDP dan Bapeltan Jambi dalam mendukung peningkatan kompetensi pekebun kelapa sawit Indonesia. Menurutnya, pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan yang baik, mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengelolaan tata air, infrastruktur kebun, hingga penanganan limbah, merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Beliau berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini secara optimal dengan mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan, aktif berdiskusi, serta menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing. Pada akhir arahannya, Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Saptorini secara resmi membuka Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit.

Melalui pelatihan ini diharapkan para pekebun mampu meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi usaha, dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, khususnya di Kabupaten Muko-Muko.