Pelatihan Pupuk Organik BPDP Resmi Ditutup, Pekebun Tebo Antusias Terapkan Inovasi di Kebun
Peningkatan kompetensi pekebun menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemahaman dan penerapan pupuk organik yang tepat. Selain mampu memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penggunaan pupuk organik juga mendukung praktik budidaya kelapa sawit yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026. Melalui program tersebut, BPDP bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Angkatan VIII bagi pekebun kelapa sawit rakyat sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing pekebun.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Agustus 2026 di Bapeltan Jambi, diikuti oleh 30 orang pekebun kelapa sawit rakyat asal Kabupaten Tebo. Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari regulasi dan standar pupuk organik, teknik pembuatan pupuk organik padat dan cair, pemanfaatan limbah perkebunan sebagai bahan baku pupuk, praktik pengujian kualitas pupuk organik, kunjungan lapangan, hingga teknik aplikasi pupuk organik pada tanaman kelapa sawit untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan produktivitas kebun secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Jumat (7/8/2026) di Balai Pelatihan Pertanian Jambi. Selama proses pembelajaran, peserta menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi, baik saat mengikuti penyampaian materi di kelas maupun praktik lapangan. Diskusi yang aktif serta keterlibatan peserta dalam setiap sesi mencerminkan tingginya minat pekebun untuk mengadopsi teknologi dan inovasi dalam pengelolaan kebun kelapa sawit.
Para peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing, terutama dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan pupuk organik yang berkualitas. Menurut mereka, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan dan diharapkan mampu membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas kebun secara berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) atas dukungannya dalam penyelenggaraan program pengembangan SDM perkebunan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Balai Pelatihan Pertanian Jambi, para narasumber, widyaiswara, dan seluruh panitia yang telah memberikan pendampingan serta pelayanan terbaik selama pelatihan berlangsung. Peserta berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak pekebun yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan mampu menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Bapeltan Jambi terus berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan. Melalui sinergi bersama BPDP, Bapeltan Jambi berkomitmen mencetak pekebun yang kompeten, profesional, dan mampu mengadopsi inovasi teknologi guna mewujudkan sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.