BPDP dan Bapeltan Jambi Cetak Pekebun Sawit Mukomuko yang Kompeten melalui Pelatihan Sarana Prasarana
Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi resmi menutup Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I. Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari di Hotel Mercure Bengkulu ini diikuti oleh 29 orang pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Pelatihan merupakan bagian dari komitmen BPDP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit melalui penguatan kompetensi pekebun. Bapeltan Jambi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan yang memadukan pembelajaran teori dan praktik.
Acara penutupan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko yang sekaligus mendampingi peserta selama mengikuti pelatihan. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pekebun agar mampu menerapkan pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit, mulai dari pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengelolaan tata air, infrastruktur kebun, hingga pengelolaan limbah perkebunan. Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan guna memperkuat pemahaman terhadap materi yang diberikan.
Mewakili seluruh peserta, Syawaludin menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti pelatihan. Ia mengucapkan terima kasih kepada BPDP, Bapeltan Jambi, para widyaiswara, narasumber, serta seluruh panitia yang telah memberikan pelayanan dan pembelajaran terbaik selama kegiatan berlangsung.
“Pelatihan ini memberikan banyak pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi kami sebagai pekebun. Materi yang diberikan mudah dipahami karena disertai praktik sehingga dapat langsung diterapkan di lapangan. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak pekebun yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensinya,” ungkap Syawaludin.
Ia juga menyampaikan komitmen peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di kebun masing-masing serta membagikan pengetahuan tersebut kepada pekebun lainnya sehingga manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas.
Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026, BPDP bersama Bapeltan Jambi berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing dalam menerapkan pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan yang lebih baik. Dengan meningkatnya kompetensi pekebun, diharapkan produktivitas, efisiensi usaha, dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, khususnya di Kabupaten Muko-Muko, dapat terus meningkat.