Kementan Tinjau Pengembangan Kopi Liberika dan Hilirisasi Komoditas di Jambi
Hilirisasi produk pertanian menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas unggulan daerah. Salah satu komoditas yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Provinsi Jambi adalah kopi liberika yang saat ini memiliki nilai jual cukup tinggi, mencapai sekitar Rp92.000 per kilogram.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas tersebut, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Food Estate, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ida Bagus Purwalaksana, S.I.P., M.M., melakukan temu petani kopi di Penangkaran Benih Perkebunan Sri Rezeki Kopi Liberika dan Pinang Betara, Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Saptorini, S.TP., M.Si., Direktur Polbangtan Bogor, Dr. Ir. Yoyon Haryanto, S.ST., M.P., serta Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jambi, Yunimar, S. Si., M. Si.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai potensi pengembangan kopi liberika, mulai dari tata kelola air, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing kopi lokal. Tingginya harga kopi liberika juga menjadi perhatian karena memicu masuknya kopi dari daerah lain dengan harga yang lebih rendah, sehingga diperlukan penguatan kualitas dan tata niaga produk lokal agar daya saing kopi liberika Jambi tetap terjaga.
Selain menjadi komoditas unggulan perkebunan, kopi liberika juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk hilir bernilai ekonomi tinggi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, dan stakeholder terkait, pengembangan kopi liberika diharapkan mampu memperluas peluang pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Jambi.