Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu https://bapeltanjambi.bppsdmp.pertanian.go.id/
Logo

UPT Kementerian Pertanian Gelar Pelatihan Peningkatan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Tebo

09/10/2025 10:13:00 Admin2 Bapeltan Jambi 360

Tebo– Sebagai langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan produktivitas pertanian tetap optimal, Bapeltan Jambi selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program strategis Kementerian Pertanian yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian di tingkat daerah.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang terdiri atas petani milenial, penggerak Brigade Pangan, serta perwakilan dari kelompok tani di berbagai kecamatan di Kabupaten Tebo. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpadu dengan dukungan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) serta Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi sebagai mitra teknis pelaksana.

Membangun SDM Pertanian yang Kompeten dan Adaptif

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala Bapeltan Jambi Sugeng Mulyono menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat tenaga kompeten Brigade Pangan, yang berperan sebagai ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lapangan.

“Brigade Pangan bukan hanya tentang kegiatan tanam serempak atau gotong royong petani. Ini adalah gerakan nasional yang mengandalkan SDM pertanian yang kompeten, berpengetahuan, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, pelatihan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya memperkuat SDM pertanian sebagai pilar utama swasembada pangan nasional. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di tingkat akar rumput.

Materi Pelatihan: Dari Teknologi Tepat Guna hingga Strategi Lapangan

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber dari alumni TOT dan praktisi pertanian daerah. Materi mencakup:

  1. Pengolahan lahan menggunakan traktor roda 2 dan 4.
  2. Pengenalan, pengoperasian, perawatan dan pemeliharaan mesin tanam
  3. Pengenalan, pengoperasian, perawatan dan pemeliharaan mesin panen]
  4. Pencatatan usaha tani

 

Praktik Lapangan dan Aksi Nyata di Lahan Percontohan

Tidak hanya teori, pelatihan ini juga diisi dengan kegiatan praktik lapangan (field practice) di lahan percontohan yang disiapkan oleh BPP Kabupaten Tebo. Dalam sesi ini, peserta langsung mempraktikkan teknik pengolahan tanah, pemupukan berimbang, dan penggunaan alsintan secara efisien. Mereka juga mempelajari metode pengoperasian Alsintan, Membuat rencana keuangan dan manajemen keuangan, serta praktek lainnya yang mendukung penyiapan tenaga kompeten bagi Brigade Pangan.

Menurut salah satu peserta, Eko, anggota Brigade Pangan Sumay, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka yang setiap hari terjun langsung ke lapangan.

“Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama dalam penggunaan teknologi pertanian yang selama ini belum banyak kami terapkan. Ini akan sangat membantu kami saat mendampingi petani di desa,” ungkapnya dengan antusias.

Kolaborasi Daerah dan Komitmen Berkelanjutan

Salah satu Koordinator BPP Kecamatan Sumay Atma Hendra mengatakan dalam sambutannya turut memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang terus memperhatikan pengembangan SDM pertanian di daerah. Kabupaten Tebo siap menjadi contoh daerah dengan Brigade Pangan yang solid dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa akan terus berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dalam pengembangan lahan pangan berkelanjutan, program peningkatan produktivitas, serta penumbuhan petani milenial di tingkat kecamatan.

Dukungan Kebijakan Nasional dan Arah ke Depan

Program peningkatan tenaga kompeten Brigade Pangan ini sejalan dengan kebijakan strategis Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), yang menargetkan lahirnya SDM pertanian unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Dengan bekal pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam penerapan teknologi inovatif serta pelaksanaan gerakan tanam serempak di daerah masing-masing.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi titik awal bagi pembentukan jejaring kerja Brigade Pangan tingkat kabupaten, yang berfungsi sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antara penyuluh, petani, serta pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pangan.

“Kami ingin agar hasil pelatihan ini tidak berhenti di ruangan kelas. Para peserta harus mampu mentransfer ilmu ini kepada masyarakat tani lainnya, sehingga dampaknya terasa langsung bagi ketahanan pangan,” tutup Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti.