Perkuat Pembinaan P4S, Bapeltan Jambi Kunjungi Rumah Madu Hutan Jambi
Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Saptorini melakukan kunjungan ke P4S Rumah Madu Hutan Jambi pada Sabtu. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Bapeltan Jambi dalam memperkuat pembinaan dan pengembangan kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Dalam kunjungan tersebut, Saptorini berdialog langsung dengan Ketua P4S Rumah Madu Hutan Jambi, Candra Lela, mengenai perkembangan usaha perlebahan yang dikelolanya. Berbagai inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk madu, mulai dari perluasan pemasaran secara business to business (B2B) hingga menjadi produsen maklon bagi sejumlah produk madu yang beredar di pasaran.
Diskusi juga membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan usaha madu murni, termasuk strategi menjaga kualitas produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai tambah produk berbasis perlebahan.
Selain berdiskusi, Plt. Kepala Bapeltan Jambi bersama tim meninjau secara langsung proses pembuatan dan penyetakan sarang lebah menggunakan lilin lebah. Sarang tersebut nantinya digunakan dalam budidaya lebah sebagai media untuk meningkatkan produktivitas koloni dalam menghasilkan madu.
Rumah Madu Hutan Jambi merupakan usaha yang telah berdiri sejak tahun 2008 dan memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan usaha perlebahan. Pada tahun 2022, lembaga ini resmi bergabung sebagai P4S binaan Bapeltan Jambi dan terus menunjukkan perkembangan yang positif baik dari sisi usaha maupun kegiatan pelatihan.
Tidak hanya memproduksi madu, P4S Rumah Madu Hutan Jambi juga mengembangkan Kampung Wisata Lebah yang menjadi pusat edukasi dan pelatihan perlebahan bagi masyarakat, petani, pelajar, maupun pihak-pihak yang tertarik mengembangkan usaha perlebahan.
Melalui kunjungan ini, Bapeltan Jambi berharap sinergi dengan P4S terus diperkuat sehingga mampu menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan agribisnis yang inovatif, sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan pertanian yang tangguh dan berdaya saing.