Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu https://bapeltanjambi.bppsdmp.pertanian.go.id/
Logo

BPDP Gandeng Bapeltan Jambi Cetak Pekebun Sawit Andal Lewat Pelatihan Pupuk Organik

14/07/2026 15:11:00 Admin4 Bapeltan Jambi 14

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali melanjutkan program peningkatan kapasitas pekebun melalui Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi Pekebun Sawit Angkatan VI di Balai Pelatihan  Pertanian (Bapeltan) Jambi.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menerapkan praktik budidaya yang ramah lingkungan.

Pelatihan diikuti pekebun sawit dengan materi mulai dari teknik pembuatan pupuk organik, aplikasi di lapangan, hingga pengelolaan kebun secara efisien. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari BPPSDMP, Direktorat Jenderal Perkebunan, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, mewakili Direktorat Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Tulus Tri Margono menegaskan bahwa pembangunan perkebunan sawit tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, penguatan kompetensi pekebun akan menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing industri sawit nasional, mengingat hampir separuh luas perkebunan sawit Indonesia dikelola oleh pekebun rakyat.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pengembangan SDM menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Melalui pelatihan yang berkesinambungan, petani diharapkan mampu menerapkan prinsip keberlanjutan mulai dari pengelolaan tanah hingga penggunaan input produksi yang lebih ramah lingkungan.

Kolaborasi BPDP, BPPSDMP, Direktorat Jenderal Perkebunan, pemerintah daerah, dan Bapeltan Jambi diharapkan mampu melahirkan semakin banyak pekebun sawit yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu meningkatkan produktivitas kebun secara berkelanjutan.