Bertepatan dengan Hari Tani, Bapeltan Jambi Jadi Tuan Rumah BOC Vol. 368
Bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menjadi tuan rumah Bertani on Cloud (BOC) Vol. 368, Kamis (24/9/2026). Mengusung tema “Meskipun Iklim Berubah, Petani Harus Tetap Tanam: Strategi Adaptasi di Musim Kemarau”, kegiatan ini membahas strategi menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Bapeltan Jambi, Saptorini, dengan menghadirkan Moch Nurul Riza, Prakirawan BMKG Jambi, dan Awaluddin Fajar, Manager Brigade Pangan Simpang Datuk 3, sebagai narasumber. Kegiatan dipandu oleh Irwanto, Widyaiswara Ahli Madya Bapeltan Jambi.
Dalam arahannya, Saptorini, menyampaikan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan yang perlu dihadapi dengan meningkatkan kemampuan adaptasi petani. Menurutnya, petani perlu memanfaatkan informasi cuaca, teknologi, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar kegiatan budidaya tetap dapat berjalan di tengah kondisi musim yang berubah.
Menghadapi musim kemarau, pengelolaan air menjadi salah satu hal penting dalam mempertahankan produktivitas pertanian. Pemanfaatan sumber air, penampungan air, dan pompanisasi menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi tanaman. Hal ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam mendorong optimalisasi bantuan pompa untuk mendukung kegiatan budidaya.
Hal tersebut diperkuat oleh Awaluddin Fajar yang membagikan pengalaman Brigade Pangan Simpang Datuk 3. Antisipasi kemarau dapat dilakukan dengan menyiapkan penampungan air seperti embung, lubang berlapis terpal, maupun sumur bor, serta memanfaatkan sumber air melalui pompanisasi. Dengan langkah tersebut, petani tetap dapat berproduksi meskipun hasil panen berpotensi mengalami penurunan.
Sementara itu, Moch Nurul Riza menjelaskan pentingnya informasi cuaca dan curah hujan bagi petani dalam merencanakan budidaya dan menyusun strategi adaptasi. Pengamatan sederhana juga dapat dilakukan dengan menempatkan kaleng atau tabung untuk menampung air hujan kemudian mengukur air yang terkumpul. Melalui BOC Vol. 368, Bapeltan Jambi mendorong petani dan insan pertanian untuk terus adaptif, inovatif, dan tetap produktif menghadapi perubahan iklim.