Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Bapeltan Jambi Panen Melon, Perkuat Pembelajaran Hortikultura Berbasis Praktik

25/10/2026 15:56:00 Admin4 Bapeltan Jambi 7

Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran pertanian berbasis praktik melalui keberhasilan panen melon di lahan praktik pembelajaran budidaya hortikultura. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bapeltan Jambi untuk mengembangkan inovasi pertanian sekaligus memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Panen melon tersebut dihadiri Kepala Tata Usaha, Ermiyati, Katimkerja Program Evaluasi dan Kerja Sama, Ngasiran, serta Katimkerja (PLP), Mohammad Taufiqurrahman. Kehadiran jajaran pengelola balai menjadi bentuk dukungan terhadap pemanfaatan lahan yang dilakukan sebagai sarana pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan penerapan teknologi budidaya hortikultura.

Melon yang dipanen merupakan hasil kegiatan budidaya di lokasi praktik pembelajaran hortikultura Bapeltan Jambi. Kegiatan ini tidak hanya terfokus pada hasil produksi, namun juga menjadi sarana untuk membuktikan bahwa proses pertanian perlu didukung pembelajaran langsung, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hingga panen.

Melalui kegiatan budidaya melon, Bapeltan Jambi bertujuan mengoptimalkan praktik pemanfaatan lahan, mengembangkan komoditas hortikultura, serta menyediakan media pembelajaran yang aplikatif bagi peserta pelatihan. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat memahami tahapan budidaya dan menerapkan keterampilan teknis yang diperlukan dalam kegiatan pertanian.

Keberhasilan budidaya melon ini juga tidak terlepas dari peran Widyaiswara Bapeltan Jambi, Hendri Yandri dan Setiyawibowo, yang mendukung pengembangan pembelajaran teknis pertanian. Sebagai pengajar dan pengembang kompetensi, widyaiswara berperan dalam mentransfer pengetahuan, membimbing penerapan teknologi budidaya, serta menghubungkan materi pembelajaran dengan kondisi nyata di lapangan.

 

Pengalaman dari kegiatan budidaya ini dapat menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan tanaman hortikultura secara tepat. Widyaiswara Bapeltan Jambi menyampaikan bahwa budidaya melon di lahan praktik merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik.

“Budidaya melon bukan hanya tentang menghasilkan buah yang baik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk memahami setiap tahapan budidaya secara benar. Mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen, semuanya membutuhkan pengetahuan, ketelitian, dan konsistensi. Melalui praktik langsung, peserta dapat belajar memahami tantangan di lapangan sekaligus menemukan solusi yang tepat,” ungkapnya.

 

Menurutnya, keberhasilan budidaya hortikultura juga dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran di lingkungan Bapeltan Jambi. Lahan praktik hendaknya tidak hanya menjadi tempat menanam, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk menguji penerapan teknologi, meningkatkan keterampilan, dan menumbuhkan semangat berwirausaha di bidang pertanian.

Kegiatan tersebut sejalan dengan tugas pokok dan fungsi Bapeltan Jambi sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian yang menyelenggarakan pelatihan pertanian bagi aparatur dan nonaparatur. Melalui pemanfaatan fasilitas dan praktik lahan, Bapeltan Jambi terus mendorong pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian, termasuk pengembangan komoditas hortikultura yang memiliki peluang ekonomi bagi petani.

Upaya ini juga mendukung program Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian yang kompeten, produktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kompetensi yang diperoleh melalui pembelajaran berbasis praktik diharapkan dapat diterapkan oleh peserta pelatihan untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha pertanian di daerah masing-masing.

 

Dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan, pengembangan hortikultura turut berperan dalam memperkuat keragaman produksi pertanian dan meningkatkan nilai ekonomi usaha tani. Oleh karena itu, pembelajaran budidaya melon di Bapeltan Jambi menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan SDM pertanian yang mampu mengembangkan potensi komoditas secara produktif dan berkelanjutan.

Melalui keberhasilan panen ini, Bapeltan Jambi berkomitmen untuk terus mengoptimalkan praktik lahan sebagai sarana pembelajaran, inovasi, dan pengembangan kompetensi. Diharapkan, pengalaman budidaya melon tersebut dapat menjadi inspirasi bagi peserta pelatihan dan masyarakat pertanian untuk terus berinovasi serta memanfaatkan potensi hortikultura sebagai peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.