Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu https://bapeltanjambi.bppsdmp.pertanian.go.id/
Logo

Bapeltan Jambi Gelar Inhouse Training Pelayanan Prima Bagi Pegawai, Perkuat Kualitas Layanan kepada Masyarakat

24/09/2026 16:11:00 Admin4 Bapeltan Jambi 7

Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Inhouse Training Pelayanan Prima yang dibuka di Aula Sultan Thaha Bapeltan Jambi, Kamis (24/9/2026) dan dilaksanakan selama 3 hari.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Bapeltan Jambi, Saptorini, dan diikuti sebanyak 20 peserta yang merupakan bagian dari unsur pegawai Bapeltan Jambi. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memberikan layanan yang profesional, ramah, cepat, responsif, serta sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan.

Dalam sambutannya, Saptorini menekankan bahwa pelayanan prima bukan sekadar bagaimana pegawai melayani masyarakat dengan ramah, tetapi merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Bapeltan Jambi sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian di bidang pelatihan pertanian.

“Pelayanan prima harus menjadi budaya kerja seluruh pegawai. Masyarakat, aparatur maupun nonaparatur yang datang ke Bapeltan Jambi harus mendapatkan pelayanan yang baik, jelas, cepat dan sesuai dengan kebutuhannya. Karena kualitas pelayanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan kita dalam melaksanakan tugas,” ujar Saptorini.

Menurutnya, keberhasilan Bapeltan Jambi tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan pelatihan, tetapi juga dari bagaimana seluruh proses pelayanan mampu memberikan pengalaman yang positif kepada peserta dan masyarakat. Karena itu, setiap pegawai memiliki peran dalam menciptakan pelayanan yang konsisten, transparan, profesional dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam melakukan transformasi pelayanan publik. Kementerian PANRB pada 2026 menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan, responsif, inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemantauan dan evaluasi pelayanan publik juga diarahkan bukan sekadar untuk mengukur kepatuhan terhadap standar, tetapi menjadi instrumen perbaikan kualitas layanan.

Bagi Bapeltan Jambi, penguatan kapasitas pegawai melalui Inhouse Training Pelayanan Prima menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang semakin profesional. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari, mulai dari pelayanan informasi, penerimaan peserta pelatihan, penyelenggaraan pelatihan hingga pelayanan administrasi dan layanan lainnya.

Saptorini juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dan dapat meningkatkan pelayanan prima sebagai komitmen bersama, bukan hanya tanggung jawab petugas pelayanan tertentu. “Setiap pegawai adalah bagian dari wajah Bapeltan Jambi. Karena itu, mari kita memberikan pelayanan terbaik sesuai tugas masing-masing, menjaga integritas, membangun komunikasi yang baik dan terus melakukan perbaikan,” katanya.

Pelaksanaan Inhouse Training ini mendatangkan pembicaraan yang kompeten di bidangnya dengan tujuan kegiatan memperkuat komitmen Bapeltan Jambi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang berkualitas dan tercapai. Sejalan dengan kebijakan nasional, penguatan standar pelayanan dan perbaikan berkelanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan layanan pemerintah semakin mudah diakses, transparan dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Bapeltan Jambi berharap kompetensi 20 peserta semakin meningkat dan dapat ditularkan dalam lingkungan kerja. Pada akhirnya, pelayanan prima diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi menjadi budaya kerja sehari-hari dalam mendukung pelaksanaan tugas Bapeltan Jambi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan insan pertanian.