Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu https://bapeltanjambi.bppsdmp.pertanian.go.id/
Logo

Bapeltan Jambi Tingkatkan Kompetensi Widyaiswara dan Petugas Teknis Melalui Magang Kopi Liberika Indonesia di Tanjung Jabung Barat

29/04/2026 08:31:00 Admin4 Bapeltan Jambi 53

Kopi liberika memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perkebunan kopi di Indonesia. Diperkenalkan pada akhir abad ke-19 sebagai alternatif pengganti kopi arabika yang terdampak serangan hama penyakit, kopi liberika kemudian berkembang di wilayah dataran rendah dan lahan gambut, termasuk di Provinsi Jambi. Dengan karakter rasa yang khas dan daya adaptasi tinggi, komoditas ini kini menjadi salah satu andalan daerah dengan nilai ekonomi yang terus meningkat.

Sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi melaksanakan program peningkatan kompetensi bagi widyaiswara dan petugas teknis melalui kegiatan magang kopi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kopi Liberika Indonesia, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, (28 s/d 29 April 2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber praktisi, Moh. Firdaus, yang memberikan pembelajaran komprehensif sekaligus memandu peserta dalam praktik langsung pengolahan pascapanen kopi liberika. Kenikmatan secangkir kopi di mulai dari teknik budidaya dan pasca panen itu harus diperhatikan. Seluruh proses budaya tanaman dan pengelolaan pascapanen kopi diberi secara tuntas.

Firdausi menegaskan bahwa tahapan pascapanen menjadi faktor penentu utama kualitas akhir kopi.

“Penanganan pascapanen yang tepat akan sangat mempengaruhi cita rasa dan nilai jual kopi. Oleh karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara cermat dan sesuai standar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsistensi dalam menjaga mutu menjadi kunci keberhasilan produk kopi di pasar.

“Mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengeringan, semuanya harus terkontrol. Dengan begitu, kopi liberika Jambi dapat bersaing dan memiliki daya tarik tersendiri,” tambahnya.

Mendapatkan pembelajaran dan pelatihan langsung dari praktisi andal, khususnya dalam memahami detail teknis budidaya dan pengolahan pascapanen yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga kualitas kopi. Antusiasme peserta terlihat aktif dalam permagangan yang dilakukan setiap tahapan praktik yang dilakukan di lokasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peningkatan kompetensi widyaiswara dan petugas teknis dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bapeltan Jambi, dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam membangun dunia perkebunan kopi di Indonesia.